Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2015

Keutamaan Bulan Muharram

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin menulis artikel tentang Keutamaan Bulan Muharram sebagai berikut :



1.   Dinamakan Bulan Muharram 

Kata Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa berkata, “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan(jihad) diharamkan pada bulan tersebut; jika saja jihad yang di isyariatkan lalu hukumnya menjadi terlarang pada bulan tersebut maka hal ini bermakna perbuatan-perbuatan yang secara asal telah dilarang oleh Allah Ta’ala memiliki penekanan pengharaman untuk lebih dihindari secara khusus pada bulan ini. Pada bulan ini Allah melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Seperti misalnya berperang, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang quraisy sebelum datangnya agama Islam.

2.    Beberapa Keutamaan Bulan Muharram

a.     Bulan Muharram Merupakan Salah Satu Diantara Bulan-Bulan Haram


إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. at Taubah :36).

Pada ayat ini menerangkan kepada kita bahwa setelah penciptaan langit dan bumi Allah menciptakan bulan yang berjumlah 12 bulan yang mana bulan tersebut merupakan bulan tahun Hijriah. Dalam bulan-bulan tersebut terdapat 4 bulan yang paling istimewa diantara bulan yang lainnya.              Salah satunya adalah bulan Muharram. Pada bulan Muharram Allah mengharamkan umat islam melakukan perbuatan yang dilarang, (membunuh, berperang). Tetapi disana juga menjelaskan bahwa orang muslim harus memerangi orang kafir yang memerangi umat islam.

Salah seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in yang  bernama Qatadah bin Di’amah Sadusi rahimahulloh menyatakan, “Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar”

Disinilah yang menjadi pokok pada bulan Muharram, bahwa diharamkan umat-Nya melakukankan berperang atau membunuh pada bulan-bulan istimewa tersebut, karena apabila melanggarnya, maka dosanya akan dilipat gandakan dari bulan-bulan yang lain. Dengan adanya larang tersebut berarti Allah juga akan memberikan pahala bagi umat-Nya yang mengerjakan amalan- amalan  yang diperintahkanNya.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari sahabat Abu Bakar radhiyallohu anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam menjelaskan keempat bulan haram yang dimaksud :

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ  وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى  وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : Tiga bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Akhiroh dan Sya’ban.” [ HR. Bukhari (3197) dan Muslim(1679) ]

Para ulama bersepakat bahwa keempat bulan haram tersebut memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain selain Ramadhan, namun demikian mereka berbeda pendapat, bulan apakah yang paling afdhal diantara keempat bulan haram yang ada ? Imam Hasan Al Bashri rahimahulloh dan beberapa ulama lainnya berkata, “Sesungguhnya Allah telah memulai  waktu yang setahun dengan bulan haram (Muharram) lalu menutupnya juga dengan bulan haram (Dzulhijjah) dan tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah melebihi bulan Muharram”.

b.     Bulan Muharram disifatkan sebagai Bulan Allah

Kedua belas bulan yang ada adalah makhluk ciptaan Allah, akan tetapi bulan Muharram meraih keistimewaan khusus karena hanya bulan inilah yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah). Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”.[ H.R. Muslim (11630) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallohu anhu]

Hadits ini mengindikasikan adanya keutamaan khusus yang dimiliki bulan Muharram karena disandarkan kepada lafzhul Jalalah (lafazh Allah). Para Ulama telah menerangkan bahwa ketika suatu makhluk  disandarkan pada lafzhul Jalalah maka itu mengindikasikasikan tasyrif (pemuliaan) terhadap makhluk tersebut, sebagaimana istilah baitullah (rumah Allah) bagi mesjid atau lebih khusus Ka’bah dan naqatullah (unta Allah) istilah bagi unta nabi Sholeh ‘alaihis salam dan lain sebagainya.

Al Hafizh Abul Fadhl Al ‘Iraqy rahimahulloh menjelaskan, “Apa hikmah dari penamaan Muharram sebagai syahrulloh (bulan Allah) sementara seluruh bulan milik Allah ? Mungkin dijawab bahwa hal itu dikarenakan bulan Muharram termasuk diantara bulan-bulan haram yang Allah mengharamkan padanya berperang, disamping itu bulan Muharram adalah bulan perdana dalam setahun maka disandarkan padanya lafzhul Jalalah (lafazh Allah) sebagai bentuk pengkhususan baginya dan tidak ada bulan lain yang Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam sandarkan kepadanya lafzhul Jalalah melainkan bulan Muharram” 

As Suyuthi mengatakan: Dinamakan syahrullah – sementara bulan yang lain tak mendapat gelar ini – karena nama bulan ini “Al Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama : Shafar Awwal. Kemudian ketika islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dgn Al Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). 

Bulan ini juga sering dinamakan: Syahrullah Al Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini . karena itu, tak boleh ada sedikitpun riak dan konflik di bulan ini.

3.    Amalan Yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Keutamaan bulan Muharram tidaklah perlu disangsikan lagi. Namun keutamaan itu harus diisi dengan berbagai amalan-amalan yang berbobot, sehingga keutamaan itu benar-benar bernilai. Baik secara individual maupun sosial.
Para ulama sudah mengklasifikasikan jenis amalan yang hendaknya diperbanyak selama bulan Muharram yaitu;
 (1) melakukan shalat, ( 2) berpuasa,  (3) menyambung silaturrahim, ( 4) bershadaqah, ( 5) mandi, (6)memakai celak mata,  (7) berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal),         ( 8) menjenguk orang sakit,  (9) menambah nafkah keluarga,  (10) memotong kuku,  (11) mengusap kepala anak yatim, ( 12) membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali. Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadham yang dinukil As-Syaikh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah,sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bershadaqah dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.

Sebagaimana telah disebutkan di atas dari perkataan Qatadah rahimahulloh bahwa amalan sholeh dilipatgandakan pahalanya di bulan-bulan haram, dengan demikian secara umum segala jenis kebaikan dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya di bulan Muharram. Adapun ibadah yang dianjurkan secara khusus pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah sebagaimana yang  telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, beliau berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ  بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram dan shalat yang paling utama setelah puasa wajib adalah sholat lail”    [ HR. Muslim(11630) ]

Mulla Al Qari’ menyebutkan bahwa hadits di atas sebagai dalil anjuran berpuasa di seluruh hari bulan Muharram. Namun ada satu masalah yang kadang ditanyakan berkaitan dengan hadits ini yaitu, ‘Bagaimana memadukan antara hadits ini dengan hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallohu alaihi wasallam memperbanyak puasa di bulan Sya’ban yang menjadi bulannya Allah, bukan di bulan Muharram? Imam Nawawi rahimahullah telah menjawab pertanyaan ini, beliau mengatakan boleh  jadi Rasulullah shallallohu alaihi wasallam belum mengetahui keutamaan puasa Muharram kecuali di akhir hayat beliau atau mungkin ada saja beberapa udzur yang menghalangi beliau untuk memperbanyak berpuasa di bulan Muharram seperti beliau mengadakan safar atau sakit 

Kemudian anjuran berpuasa di bulan Muharram ini lebih dikhususkan dan ditekankan hukumnya pada hari yang dikenal dengan istilah Yaumul ‘Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan Muharram (‘asyuro). ‘Asyuro berasal dari kata ‘Asyarah yang berarti sepuluh. Pada hari ‘Asyuro ini, Rasulullah shallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro.

 4.    Hadits-Hadits Disyariatkannya Puasa ‘Asyuro

Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut banyak, kami akan sebutkan diantaranya  dengan pengklasifikasian sebagai berikut:

Kaum Yahudi juga berpuasa di hari Asyuro bahkan menjadikannya sebagai Ied (hari raya)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ  هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata :
Ketika Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab, “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa di tahun yang akan datang. [H.R. Bukhari (1865) dan Muslim(1910) ]

Hadis lain menjelaskan:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

Dari Abu Musa radhiyallohu anhu berkata, “Hari ‘Asyuro adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda (kepada ummatnya), “Berpuasalah kalian (pada hari itu)” [HR. Bukhari (1866) dan Muslim(1912), lafal hadits ini menurut periwayatan imam Muslim)

Kaum Quraiys di zaman Jahiliyah juga berpuasa Asyuro dan puasa ini diwajibkan atas kaum muslimin sebelum kewajiban puasa Ramadhan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ  فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ . متفق عليه.

Dari Aisyah radhiyallohu anha berkata, Kaum Qurays pada masa Jahiliyyah juga berpuasa di hari ‘Asyuro dan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam juga berpuasa pada hari itu, ketika beliau telah tiba di Medinah maka beliau tetap mengerjakannya dan memerintahkan ummatnya untuk berpuasa. Setelah puasa Ramadhan telah diwajibkan beliau pun meninggalkan (kewajiban) puasa ‘Asyuro, seraya bersabda, “Barangsiapa yang ingin berpuasa maka silakan tetap berpuasa dan barangsiapa yang tidak ingin berpuasa maka tidak mengapa” [ HR. Bukhari (1863) dan Muslim(1897) ]

عن عَبْد اللَّهِ بْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ  كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ  وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَهُ وَالْمُسْلِمُونَ قَبْلَ أَنْ يُفْتَرَضَ رَمَضَانُ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ (رواه مسلم)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallohu anhuma bahwa kaum Jahiliyah dulu berpuasa Asyuro dan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam serta kaum muslimin juga berpuasa sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari ‘Asyuro termasuk hari-hari Allah, barangsiapa ingin maka berpuasalah dan siapa yang ingin meninggalkan maka boleh” [ HR. Muslim(1901) ]

Perhatian Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam dan para sahabat ridwanullohi alaihim ajmain yang begitu besar terhadap puasa ‘Asyuro

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu Ramadhan.” [ H.R. Bukhari (1867) dan Muslim(1914) ]

عَنْ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ قَالَتْ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الْأَنْصَارِ الَّتِي حَوْلَ الْمَدِينَةِ مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَنَجْعَلُ لَهُمْ اللُّعْبَةَ مِنْ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الْإِفْطَارِ

Dari Rubai’ bintu Mu’awwidz bin ‘Afra’ radhiyallohu ‘anha berkata, Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam di pagi hari Asyuro mengutus ke perkampungan kaum Anshar yang berada di sekitar Medinah (pesan), “Barangsiapa yang tidak berpuasa hari itu hendaknya menyempurnakan sisa waktu di hari itu dengan berpuasa dan barangsiapa yang berpuasa maka hendaknya melanjutkan puasanya”. Rubai’ berkata, “Maka sejak itu kami berpuasa pada hari ‘Asyuro dan menyuruh anak-anak kami berpuasa dan kami buatkan untuk mereka permainan yang terbuat dari kapas lalu jika salah seorang dari mereka menangis  karena ingin makan maka kami berikan kepadanya permainan tersebut hingga masuk waktu berbuka puasa” [ HR. Bukhari (1960) dan Muslim (1136), redaksi hadits ini menurut periwayatan Imam Muslim ]

 5.    Keutamaan Puasa Asyuro

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Dari Abu Qatadah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Asyuro aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa tahun lalu” [ HR. Tirmidzi (753), Ibnu Majah (1738) dan Ahmad(22024). Hadits semakna dengan ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shohih beliau (1162) ]

 a.     Bagi yang ingin berpuasa ‘Asyuro hendaknya berpuasa juga sehari sebelumnya

Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma berkata : Ketika Rasulullah shallallohu alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) menyampaikan, “Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah shallallohu alaihi wasallam pun bersabda:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Jika tahun depan insya Allah (kita bertemu kembali dengan bulan Muharram), kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“

Akan tetapi belum tiba Muharram tahun depan hingga Rasulullah shallallohu alaihi wasallam wafat di tahun tersebut [ HR. Muslim (1134) ]

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ صُومُوا التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ

Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma beliau berkata, “Berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram, berbedalah dengan orang Yahudi” [Diriwayatkan dengan sanad yang shohih oleh Baihaqi di As Sunan Al Kubro (8665) dan Ath Thobari di Tahdzib Al Aatsaar(1110)]

b.     Hukum Berpuasa Sehari Sesudah ‘Asyuro (tanggal 11 Muharram)

Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad setelah merinci dan menjelaskan riwayat-riwayat seputar puasa ‘Asyuro, beliau menyimpulkan : Ada tiga tingkatan berpuasa ‘Asyuro: Urutan pertama; dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11). Urutan kedua; puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits . Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja (8). Kesimpulan Ibnul Qayyim di atas didasari dengan sebuah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. bersabda :

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

“Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“ [HR. Imam Ahmad(2047), Ibnu Khuzaimah(2095) dan Baihaqi (8667)]

Namun demikian puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11 Muharram) dikuatkan oleh para ulama dengan dua alasan:

1)        Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat, maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10).

2)        Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).

Adapun puasa tanggal 9 dan 10, pensyariatannya dinyatakan dalam hadis  yang shahih, dimana Rasulullah  shallallohu alaihi wasallam pada akhir hidup beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9, hanya saja beliau wafat sebelum melaksanakannya. Beliau juga telah memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi.

Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja; sebagian ulama memakruhkannya, meskipun sebagian ulama yang lain memandang tidak mengapa jika hanya berpuasa ‘Asyuro (tanggal 10) saja, wallohu a’lam. Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah shallallohu alaihi wasallam untuk melakukan puasa, sekalipun hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan),
Demikian yang dapat kami berikan mudah -mudahan bermanfaat dan apa bila ada kesalahan dalam penulisan huruf arab kami mohon maaf  terimakasi atas kunjungannya.

Tips Cara Memakai Jilbab (Kerudung) Modern Terbaru 2015

Tips Cara Memakai Jilbab (Kerudung) Modern - untuk anda akhwat atau remaja muslimah yang masih kesulitan atau bingung nih bagaimana cara memakai kerudung yang modern atau dengan style terbaru di tahun ini 2015, berikut ini ada beberapa tips cara memakai jilbab modern terbaru dari berbagai model dari mulai Pashima Sifon Motif Ethnic, Model Segi Empat, tajima Style sampai Dua Paris Style, untuk details step dan gambar selengkapnya dibawah ini.


Pashmina Sifon Motif Ethnic



Caranya :

1. Kenakan pashmina sifon dengan sisi kanan lebih panjang dari sisi kiri.

2. Pentul bagian depan kanan dan kiri agar posisi pashmina rapi.

3. Ambil bagian dalam sisi sebelah kanan yang panjang.

4. Tempatkan di atas kepala dan dipentul.

5. Sisi sebelah kiri digulung.

6. Sematkan bros pada ujung yang sudah digulung tadi.



Hijab Modern Jilbab Segi Empat



Caranya :

1. Lipat jilbab segi empat jadi 2 membentuk persegi panjang

2. Ambil bagian lipatan yg dalam untuk di PIN di sisi kanan.

3,4. Ambil sisi dalam bagian kanan untuk dipin keluar ke samping kepala.

5. Rapikan adn FINISH..



Hana Tajima Style



Caranya :

1. Dalaman Ninja

2. Ambil pasmina kain satin buat sama panjang

3. Ambil tengahnya bawa ke belakang

4. sematkan pentul tuk menahannya

5. Ambil salah satu sisinya

6. Bawa ke sisi sebelahnya taruh di bawah sisi sebelah kanan

7 dan 8 sematkan di atas telinga tuk merapikannya

9. Tarik keluar sebagian yg di bawa k belakang

10. rapikan

11. sematkan pentul d atas kepala agar keliahatan rapi

12. Done



Duo Paris Style



Caranya :

1. Pasang JiLbab Pertama di kepaLa

2. Pasang Lagi JiLbab yg Ke dua di kepala dgan mengatur menjadi 2 tingkatan,agar perbedaan warna kelihatan ( Lihat Gambar )

3. AmbiL ke 2 Juntaian JiLbab di Sisi kiri

4 n 5. SiLang atau kepang k2 bagian Tersebut,truz bisa kamu simpul atau tambahkan bros / pentul sebagai pengunci

6 n 7. AmbiL JiLbab warna ke2 pada bagian sisi kanan yg menjuntai ,bawa hingga menutupi dada dan pentul di bagian bahu kiri

8 n 9. AmbiL Sisi JiLbab Pertama yg di samping Pipi kanan trus pentul keluar hingga membentuk geLombang

10. Ntuk Tambahan bisa ambil sedikit bagian sisi kiri datas kepala dan tambah bros

* A. SELESAI ( BISA BERHENTI DI STEP INI)

* B. SELESAI ( Tanpa Di Kepang)

11. Tampak beLakang


Itu tadi beberapa tips sederhana tentang step dan cara memakai kerudung style dan model terbaru http://pengumpulhikmah.blogspot.com/di tahun 2015 lengkap beserta gambar dan keterangnnya, semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda muslimah yang mendambakan style jilbab modern dan ga malu-maluin tentunya.

Kamis, 24 September 2015

Daftar Nama dan Alamat Pondok Pesantren di Semarang Dan Demak

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin memberikan info Nama Pondok Pesantren di Semarang Dan Demak,  Alamat ,Telepon ,Kecamat ,nama pengasuh
Pondok Pesantren sebagai berikut :




Berikut ini beberapa nama dan alamat Pondok Pesantren di kota Semarang

Nama Pondok Pesantren Alamat Telepon Kecamatan dan  pengasuh Pondok Pesantren

PP. Al Itqon Gugen Tlogosari Wetan 024 70772910 Pedurungan KH Ahmad Haris Shodaqoh,

PP. Nurul Qomar Sirayu 024 702524771 Gunung Pati Qomariyah MR

PP. Sabilul Huda Kandri RT. 01/01 085865157771 Gunung Pati Ahmad Supriyanto, K

PP. Ta'zhiimus Sunnah Jl. Dongbiru II/36 024 76587142 Genuk Abu Usamah Herwanto

PP. Istighfar Perbalan Purwosari No. 755 024 3584884 Semarang Utara Muh. Kuswanto K

PP. Nurul Iman Kebonharjo RT. 03/02 024 3548034 Semarang Utara Bambang Supriyanto

PP. Nurul Huda Jl. Puspogiwang Raya No. 23 024 70256507 Semarang Barat KH Ali Muhson AH,

PP. Al Fattah Jl. Irigasi Utara 03 024 8660359 Tugu KH  Zamakhsari

PP. Al Hadlir Jl. Kauman No. 31 024-8664982 Tugu Lukman Hakim

PP. Al Mukarror Panggung 08157712135 Tugu KH M. Mu'allim Nur,

PP. Al Muqorrobin Tapak Tugurejo 024-8663804 Tugu KH Abdul Hamid,

PP. An Nur Jl. Tirto III Rt. 05/01 024 866789 Tugu KH  Abd. Karim Assalawy,

PP. As Salamah Jl. Irigasi Utara No.03 024-8660359 Tugu KH M. Hamdani,

PP. Raoudlotul Qur'an Jl. Irigasi Utara Kauman 024 8660470 Tugu KH M. Thohir Abdullah

PP. Ri'ayatul Qur'an Mangkang Wetan RT. 01/05 08157601272 KH Tugu Abdul Hadi

PP. The Holy Al Furqon Putri Jl. Mangunharjo 024 8664313 Tugu KH Afifudin Mustari,

PP. Al Fattah JL. Masjid Terboyo No. 12 0817294410 KH Gayamsari Fakhurrozi,

PP. Al Madina Jl. Medoho Raya Gayamsari KH . Muhaimin Aji,

PP. Al Manshuriyah Jl. Margosari RT 02/ RW 07 024 3573051 Gayamsari KH Muhammad Suud

PP. Az Zumroh Sawah Besar I RT 04/01 081325060444 Gayamsari KH Imam Sholihin

PP. Addainuriyah 2 Putri Jl. Sendang Utara No. 38-A 024 6713076 Tembalang. KH Drs  Dzikron             Abdullah,
PP. Al Ishlah Jl, Kompil Sukamto 024-7467240 Tembalang KH Drs.  Amin Budi Harjono,

PP. Annuriyah Soko Tunggal Sendangguwo Raya No. 36 024-6724461 Tembalang KH  Nuril Arifin,       MBA.,
PP. At Thoriq Jl. Sendangguwo Selatan 024-6718011 Tembalang KH Afif Daenuri,

PP. Attauhid Gayamsari Selatan II RT 03/03 024-6707518 Tembalang K Moh. S. Sugeng Alhadad,           BA
PP. Az Zuhri Jl. Ketileng Raya No. 13 A 024-6703166 Tembalang K Muhamad Saiful Anwar ZR

PP. Darul Istiqomah Jl. Kapri Raya RT. 06/04 Tembalang K Untung Muslimin

PP. Addainuriyah- 2 Jl. Sendang Utara Raya 38 024-6713076 Pedurungan KH Drs Dzikron                       Abdullah,
PP. Darut Taqwa Jl. Ngumpul Sari 12 RT.03/04 024 70796932 Tembalang K M. Mudrik Abdulloh,         S.Ag
PP. Ibnu Salma Plamongansari RT. 03/13 024 70240886 Tembalang K Muhammad Slamet

PP. Khusnul Khotimah JL. Attaqwa RT 02/ RW 04 024 70798158 Tembalang KH Drs. Mustaghfiri         Asror
PP. Manabi'ul Qur'an Jl. Al Iman Rowosari Krasak 081325271940 Tembalang K M. Amir Hanan

PP. Manbaul Qur'an Saiful Hasa Rowosari Krasak 081325629011 Tembalang K Mukhlis Ruba'i,

PP. Nurul Huda Az Zuhdi Jl. KH. Zuhdi Meteseh 024 70799919 Tembalang Ali Musyafa' Zuhdi

PP. Nurul Qur'an Muntuk Sari RT 02 Rowosari 024-70701289 Tembalang K Ahmad Suhadi SA

PP. Sarochaniyyah Tunggu Meteseh RT 02/RW 09 024-70776310 Tembalang KH  Sarochan

PP. Taqwalilah Jl. Tunggu No. 14 024-6749777 Tembalang KH  Syaichun,

PP. Uswatun Hasanah Mangunharjo RT. 05/02 024 70241072 Tembalang K Ismail, S.Ag.

PP. Luhur Wahid Hasyim Jl. Menoreh Tengah II/14 024 70137586 Gajah Mungkur  KH, Drs Amdjad       Al Hafidz

PP. Al Bisri Jl. Sendang Pentul RT 06/RW  0 024-8504542 Banyumanik HM Shokis

PP. Al Burhan Hidayatullah Gedawang RT 02/02 024 70221580 Banyumanik K Drs Hasan Rofidi,

PP. Subullassalam Jl. Setiabudi No. 205 024 7470584 Banyumanik KHMauzun Damuri,

PP. Al Hikmah JL. Pesantren 03 RT.01/05 024-6716657 Pedurungan KH, Drs M. Qodirun Nur,

PP. Al Ibriz Jl. Majapahit 248-Semarang 024-6718233 Pedurungan  K Abdullah Rizka

PP. Al Ikhlas Pedurungan Lor 01/01 024 6716348 Pedurungan K Ulil Albab, S.Ag.

PP. Al Ittihad Jl. KH. Abdurrahman Bugen 024 70187133 Pedurungan K Abdul Ghoni

PP. Al Muttaqin Plamongan Sari RT 3/2 024 6706545 Pedurungan K Muhsin,

PP. At Taqwa Jl. Sunan Kalijaga 024-6713860 Pedurungan  K Ahmad Hanif

PP. At Thohiriyyah Jl. KH. Thohir No.36 024-6715642 Pedurungan KHM. Yusuf Masykuri, Lc

PP. Azzahro' Jl. KH. Thohir 76 A- Penggaron 024-6701180 Pedurungan KH Abd. Rahman,

PP. Darul Hasanah Plamongansari RT. 01/03 024 6715316 Pedurungan KH Suparwito,

PP. Infarul Ghoy Plamongansari 024 6716917 Pedurungan  K Asfaroni Asror, M.Ag.

PP. Mambaul Hidayah Gugen Muktiharjo Kidul Pedurungan KH Mahmud,

PP. Manba'ul Hikmah Penggaron Kidul RT 1/4 024-6709251 Pedurungan K Abdul Manan

PP. Nurul Falah Putra JL. KH. Thohir Gang 5 RT 02/ R 024-6706840 Pedurungan K Nur Chamim           Aminudin Zainal
PP. Nurul Hidayah Pedurungan Lor RT. 01/05 024-6731815 Pedurungan KH Masyhudi Asy'ari,

PP. Roudlotul Ni'mah Jl. Supriyadi Kalicari IV 024-6715583 Pedurungan   Drs, KHM. Ali Shodiqin,

PP. Salafiyyah Al Munawir JL. KH. Munawir No. 13 024-6714638 Pedurungan Drs., KH Ahmad             Baidlowi,
PP. Syaroful Millah Jl. KH. Thohir No. 35 024-6713691 Pedurungan KH A. Tahsinul Faiz

PP. Al Iman Jl. Pelem Kuweni No. 1 Tambak 081327520662 Ngalian  HJ Nur Aini Hermani,

PP. Al Ma'rufiyyah Bringin Tambakaji RT 02/08 024-7605011 Ngalian KH  Abbas Masruchin,

PP. Luhur Dondong Dondong Wonosari 024 8662615 Ngalian KH  Dihyatun Masqon, Ma,

PP. Luhur Salafi Dondong Wonosari 024-8663212 Ngalian  KThubagus Mansyur

PP. Mambaul Qur'an Jurang RT. 01/06  Ngalian  K Gus Muntaha .
 
PP. Manba'ul Huda Jl. Kauman I Pondok Ngalian KH Shodiq Sumardi

PP. Qur'anil Aziziyah Bringin RT. 01/01 024 7621004 Ngalian KH Sholeh Mahalli

PP. Roudlotul Mutaallimin Wates Ngaliyan 024 7628272 Ngalian KH Abrori

PP. Sultan Fatah Jl. Wonosari Km. 13 024 70180444 Ngalian KH Juned Amin

PP. Tahafudhul Qur'an Segaran Baru Rt 03/XI 024-7603788 Ngalian  KH Anna Umar AH,


Berikut ini beberapa nama dan alamat Pondok Pesantren di Kab. Semarang

Nama Pondok Pesantren Alamat Telepon Kecamatan dan  pengasuh Pondok Pesantren

PP. Darul Quddusis Salam KH. Jalal Suyuthi 0298-313314 Tengasan KH Nur Cholis,

PP. Darul Robbani Galangan Rt. 01/05 0298 615269 Susukan K Al Hafidz  Sholin

PP. Nurul Furqon Talok Rt. 20/05 08179556479 Susukan K Asyuri Muntaha,

PP. Al - Munawar Paseran 081575639150 Suruh  K Asrori Abdurrahman

PP. Al Mahmudiyah Noloprayan  Suruh K M. Hafik Amin

PP. An Nibros Al - Hasyim Assa Rekrosari  Suruh K Nur Salim Mawardi

PP. Himalatil Qur'an Al Manshu Ploso Suruh  Suruh KH Wafir Rahman,

PP. Tarbiyatul Muballighin Jl. Raya Suruh Karanggede Reks 0298 317077 Suruh K Drs Bahrurozi,

PP. Al - Ihsan Sraten Rt. 01  Rw. 03  Tuntang K Tadzkir Mansur,

PP. Al - Maskur Kalisari Jombor Rt. 01 Rw. 04 081575538366 Tuntang K Ahmad Afif

PP. Al Asyhar Ngentaksari 08156514366 Tuntang KH Baedhawi,

PP. Al Fadlil Gudang  Tuntang K Imam Hafidz

PP. Al Falah Kauman Santren Rt. 01 Rw. 05  Tuntang KH Muhammad Khoiri,

PP. Al Istianah Ngelosari 08882528068 Tuntang K Diaudin

PP. Al Khoiriyah Banjaran  Tuntang K Ahmad Mansuri

PP. Al Riyadloh Kesongo  Tuntang K Syamsurro'yi

PP. An - Nur Jl. H. Nur Klego  Tuntang  KH Madhalib Makmun,

PP. Assalafiyah Gading  Tuntang Ali Ridlo KH.

PP. Edi Mancoro Bandungan Rt. 02 Rw. 01 0298-313329 Tuntang KH Mahfudz Ridwan, Lc

PP. Kramat Sejambu  Tuntang K Ahmad Suaidi

PP. Miftakhul Ulum Susukan  Tuntang K Ahmad Multazam

PP. Nurul Huda Colombo Lopait  Tuntang KH Tolhah

PP. Roudlatul Usyaagil Qur'an Rowopolo 0298-312765 Tuntang K Masduq Hariri

PP. Roudlotul Huffadz Lopait  Tuntang K Ahmad Rifa'i

PP. Bustanu Usysyaqil Qur'an Kepil Rt. 02/04 085640070992 Banyubiru  K M. Syahadi Noor

PP. Bustanut Tholibin Krajan Rt 03/02 Tegaron 0817450521 Banyubiru K Bahruddin Latief

PP. Roudatul Furqan Jl. Mahakam  RT. 02/07 0298 7100544 Banyubiru KH Aly Imron Al Hafidh,

PP. Sabihul Huda Krajan Tegaron 0298-592713 Banyubiru K Achmad Mundakir,

PP. Al Iman Bantunganti Kebon Dalem  Jambu K Muhyidin Asy'ari,

PP. Mambaussa'diyah Kaliwinong  Jambu  K Ridlo Wahyudi

PP. Al Iman Jl. Bantir No. 40 0298 713118 Sumawono  KH Bachrodin

PP. An Najiyah Kemuning Pledokan 024 70306560 Sumowono  KH Ahmad Rofi'i

PP. Nurul Amin Jl. Kychotibanom 86 0298 713531 Sumowono  KH Nurchamim

PP. Kiai Putih Ngonto Candi 0298 712031 Ambarawa  K Hasan Murtaji

PP. LPP. Hidayatussibyan Jetak  Ambarawa K Faizin

PP. Ummul Quro' Gedangan RT. 04/06 081325424079 Ambarawa K M. Dahlan

PP. Almas'udiyah Blater Jimbaran 0298-52179 Bawen   KH Ali Mas'ud,

PP. Nurul Hikmah Harjosari  Bawen  K Moh. Imam Sonhaji

PP. Al Hamidiyah Dukun Rt. 03/01  Bringin KH Mabruri

PP. Al Ittihad Poncol, Popongan 0298 710110 Bringin KH Fadli Asy'ari,

PP. Bustanul Muta'allimin Brojodito Rt. 08/ Rw. 04 Pakis 081325695189 Bringin KH Marsudi                 Syaifuddin,
PP. Miftahul Ulum Rembes 024 70192184 Bringin KHM. Hasyim Asyari,

PP. Al Hikmah Jl. Bangka No. 18 024 76912498 Ungaran K M. Syaifudin

PP. Al Ikhlas Jl. Cempaka I RT 01 RW 05 0246927532 Ungaran K M Fadhan Al Hamdani

PP. Al KAromah Jl. Ngori Gunung  Tugel  Ungaran K Supriyono, S,Ag.

PP. Al Muhlisin Gundang Nyatnyono 024 70790140 Ungaran KH M. Wahib .

PP. Al Uqola Jl. Curug Lawe Kalisidi  Ungaran KH Khumaidi

PP. At Thohiriyah Cemanggah Kidul Branjang 081325373180 Ungaran KH Muhammad Thohari,

PP. Mamba'ul Hisan Gogik RT. 04/01 085640898228 Ungaran KH Aguus Salim

PP. Roudlotul Hikmah Branjang 081325611326 Ungaran K Imam Masyhuri

PP. Al Falah Kauman Lor RT 03 RW I 085226018478 Pabelan K Ghozi Harun,

PP. Al Ittihad Semowo 082-27872371 Pabelan  KH Masykuri,

PP. Haji Abdurrohim Jl. K. Ibrahim 081575019568 Pabelan K Habib Ansori

PP. Roudlotut Tholibin Karangguli RT. 01 / 02 081325162380 Pabelan Drs. KH  M. Hamdan                   Asnawi

PP. Al Hidayat Dusun Duwet RT 01 RW 04 Klepu 024.6930574 Pringapus K Muh. Ulin Nuha, Lc

PP. Manba'ul Qur'an Lakangan Wonoyoso 082.2726857 / 0 Pringapus KH Imam Muhadi,

PP. Al Falah Srumbung Jurang  Bergas KH Yasin Fathoni,

PP. Al Musthofa Jl. Lemahabang Bandungan  Bergas K M. Aminuddin

PP. Darus Salam Jl. Syeh Penanggalan No. 5 024 6926693 Bergas KH M. Murodi

PP. LPP Hidayatussibyan Bergas Lor RT. 02/11  Bergas K Supardi

PP. Nurul Musthofa Krajan 0298 523308 Bergas KH Ma'ilan Arif Musthofa .

PP. Bustanul Usyaqil Quran Wonokerto  Bancak K M Fauzi

PP. Sirojul Anwar Boto  Bancak  K Zamroni

PP. Al Islah Pager 085229496724 Kaliwungu  KH Musthofa Dimyati

PP. Darul Falah Kiringan Selatan  Kaliwungu  KH Joko Suwarno

Berikut ini beberapa nama dan alamat Pondok Pesantren di Kab. Demak

Nama Pondok Pesantren Alamat Telepon Kecamatan dan  pengasuh Pondok Pesantren

PP. Giri Kesumo Banyumeneng 024 6773038 Mranggen KH  Munif M Zuhri,

PP. Al Amien Jl. Subciran Timur Mragen Subu 024- 6710092 Mranggen KH M. Ali Mahsun, S.Ag

PP. Al Amin Suburan  Mranggen KH Syamsun,

PP. Al Anhar Batursari  Mranggen K Anhar Mustain,

PP. Al Anwar Futuhiyah Suburan  Mranggen K Abd. Karim,

PP. Al Badriyyah Jl. Suburan Mraggen Demak 024- 6722176 Mranggen KH Muhibbin Ms, AH,

PP. Al Bahroniyyah Ngemplak Mranggen Demak  Mranggen KH Ma'sum,

PP. Al Ghozali Kebon Batur  Mranggen KH Zaeni Mawardi,

PP. Al Hadi Giri Kusuma Rt. 07 Rw. 03  Mranggen K Munhamir Malik

PP. Al Islah Batursari  Mranggen  K Abdul Rosid

PP. Al Ma'ruf Candisari RT. 06/02 024-6511820 Mranggen K Masrum Kholil,

PP. Al Maghfur Jl. Raya Mranggen No. 197  Mranggen KH Sholeh,

PP. Al Mubarok Mraggen Demak 024- 6772035 Mranggen KH Machdum Zen,

PP. Al Murodi Surukan  Mranggen KH Maqtun,

PP. Al Murodi Suburan  Mranggen  KH Choliq, Lc

PP. Al Murtadlo Jl. Kauman Rt. 04 Rw. 3 082- 24419708 Mranggen KH A Latif,

PP. Al-Ihsan Kebon Batur Rt. 02 Rw. 05  Mranggen K Hilmi Ihsan,

PP. Anwarul Qur'an Waru  Mranggen K Hasan Anwar,

PP. Asysyarifah Brumbung 024- 6772223 / Mranggen KH Mahfudi,

PP. Bahrul Ulum Jleper 0291 3307364 Mranggen KM. Sholikin

PP. Baitut Taqwa Sendang Delik Sumberejo  Mranggen  K Musyara',

PP. Darus Sa'adah Jl. Tegalmas Rt. 09 Rw. 02 024- 6772035 Mranggen  KH Abdullah Asif, , Lc

PP. Futuhiyyah Jl. Suburan 024- 6711843 Mranggen KH Lutfi HAkim Muslih,

PP. Hidayatus Sholihin Dukuh Teguhan 024 70775785 Mranggen K Kusdi,

PP. Ibrohimiyah Brumbung  Mranggen KH Romadhon Ichsan,

PP. Mahadus Shighor Al Mustaqi Jl. Rayung Kusuman  Mranggen KH Maksum,

PP. Modern La Tansa Cangkringan B 0813 25466714 Mranggen  K Ulin Nuha

PP. Nurul Ulum Batusari 024- 3562280 Mranggen KH Abdurahman Sholeh,

PP. Raudlotul Muttaqin Jl. Jagalan No. 47 0346-772058 / 0 Mranggen KH Ishaq,

PP. Rohmaniyah Menur  Mranggen KH Nurhadi Abdurrohman,

PP. Roudlotul Qur'an Kangkung  Mranggen K M. Abd. Karim, BA

PP. Solohiyyah Kali Tengah 024 70704451 Mranggen K Muhibin,

PP. Yanbaul Qur'an Kramat  Mranggen KH  Hasan Muhadi AH,

PP. Al Furqon Sidorejo 081 576654791 Karangawen KH Drs Halimi Nusain,

PP. Al Mubassyir Karangawen 081-325603, 516 Karangawen K Muktiy Mustajab,

PP. Ataufiq Brambang 3/1 0813 26077566 Karangawen K Ali Mudlofar, S.Pd.I

PP. Mansyaul Huda Tlogo Gedong Rt. 1 Rw. 4 0292-536716 Karangawen KH Ahmad Khotibul               Umam,
PP. Roudlotul Mubarokah Rejosari  Karangawen Nyai Mashlichah Ach,

PP. Roudlotuth Tholibin Jrabung 0292-533660 Karangawen KH Muhamad Marwan ,

PP. Al 'Arifiyyah Wonorejo  Guntur KH M. Khomsun

PP. Al Karimah Desa Temuroso 08170583849 Guntur K Drs Munasir

PP. Assa'adah Jl. Embah Sandoko Genteng  Guntur  K Syaikul Habib,

PP. Baitut Tholibin Puritan 085225970713 Guntur KHM. Taufiqul Kamal, SH

PP. Bustanut Tholibin Bogorejo 085267967886 Guntur K M  Fadlil,

PP. Darun Naja Guntur  Guntur  KH Umar Makun,

PP. Sabilul Muttaqin Trimulyo 081-325602481 Guntur KH Hambali Karim,

PP. Tanwirul Wafa Gaji 02470786686 Guntur K Ahmad Jajuli,

PP. Zahrotul Qur'an Karangturi Desa Bogosari  Guntur KHM. Zuhri, , S.Pd

PP. Al Hikmah Jl. Raya Genuk Pamongan 024 70776240 Sayung KH Thohir

PP. Al Inhadl Purwosari Rt.01 Rw.03 024 6514136 Sayung KH Muhammad Ma'shum,

PP. At Tamri'iyyah Pangkalan Tugu 024 70791481 Sayung KH. Khasan Bisri

PP. Bustanu Ussyaqil Qur'an Karang Asam 024- 6522370 Sayung KH Zainal Arifin,

PP. Darul Ulum Bulusari  Sayung KH Ali Imron

PP. Fathul Huda Sidorejo 024- 6511556 Sayung KH. Zaenal Arifin

PP. Hidayatul Muttaqin Tugu  Sayung  K Abdul Mujib

PP. Hidayatul Qur'an Ngepreh 024 70781375 Sayung  K Nurfatoni Zein

PP. Nahdlatusy Syubban Kp. Karangayu Rt. 02 Rw. 01 024-6583850 Sayung K Ahmad Djumani,

PP. Nurul Qur'an Purwosari Timur 024 6584988 Sayung  KH Umar Sadeli S,

PP. Nurul Yaqin Karang Asam Sayung Demak 024 70791342 Sayung KH Totok Toha,

PP. Al Hidayah Wonosobo  Krg. Tengah KH Mathori, S.Ag

PP. Al Mubarokah Klitih  Krg. Tengah KH Masrurun,

PP. Asysyafa'ah Pidodo  Krg. Tengah K Abdul Ghoni,

PP. Bustanu Adail Qur'an Desa Klitih  Krg. Tengah KH Sholeh,

PP. Nurul Falah Ds Batu 024 6511500 Krg. Tengah KH M. Nastain Arifin

PP. Sabilun Qur'an Ploso  Krg. Tengah K Zaenal Arifin,

PP. Sabilunnajah Ploso 0291 688637 Krg. Tengah K Masruri Luqman,

PP. Tahifidul Qur'an Al Hikmah Donorejo  Krg. Tengah  K Masruchan,

PP. Al Ghurriyyah Bener-Weding 0291 3335282 Bonang K, Drs Mas'udi Madchan,

PP. Al Ibriez Serangan 0291-687266 Bonang KH Maftuhin Manshur,

PP. Al Ma'ruf Surungan 0291- 688029 Bonang K M. Thobib,

PP. Al Muhsin  085225874193 Bonang K M. Kikhu

PP. Annur Konsi 0291-688064 Bonang K Moh. Afif Zuhri,

PP. Assalafiyah Asyafiiyah Jatirogo 0291 688062 Bonang KH Amin Kudlori,

PP. Darul Ulum Tridonorejo 1/1 081325111380 Bonang KH M Chuzaeni,

PP. Darus Salam Pongangan  Bonang K Abdul Latif

PP. Hidayatul Rohman Gebang 0291-688057 Bonang K Moh. Asnawi Ali,

PP. Nurul Islam Betah Walang 081-22872158 Bonang  KH Ahmad Ridwan,

PP. Roudhotut Tholibin Malianan Weding 0291-687106 Bonang  KH Nurul Huda MS,

PP. Roudlatul Muta'alimin Serangan Krajan 0291 687265 Bonang K Musyaffa,

PP. Tabligur Risalah Morodemak 081 32621314 Bonang K M Taslim,

PP. Yambuut Tahfidhil Qur'an Pongangan Purworejo 0291-687978 Bonang  K M. Sholeh Ilyas,

PP. Al Islah Jl. K Turmudi, Sempalwadak 10  Demak KH Fadlol Aly Chd,

PP. Al Istiqomah Jl. K Turmudzi 34 0291-685642 Demak KH ALM Nur Hamid Badawi,

PP. Assujudiyyah Jl. Glagah Wangi, Tembirine  Demak  K Munawar Sujud,

PP. Attaslim Jl. Kalijajr No. 9 0291 681382 Demak KH Muh. Nurul Husa, MA

PP. Badruz Zaman Bango 082-2917782 / 0 Demak K M. Masykur

PP. Bustanul Usyaqil Qur'an Jl. Sunan Kalijaga 35 0291-685802 Demak KH  Harir Muhamad,

PP. Bustanuth Tholabah Turirejo  Demak K Abdul Rosyid,

PP. Darussalam Jl. K. Jebat 7 Bintoro Demak 0291- 685825 Demak  K Maftuchin Sulaiman

PP. Miftahul Falah Kalisusukan 0291- 686264 Demak KH Rohmat Suyuti,

PP. Nahdlotul Fata Asyababain Kadilanggu Demak 0291-681238 Demak KH Muhsin Saerozi,

PP. Nurul Hikmah Jl. Kyai Singkil No. 16 Bintar 0291-85860 Demak KH Musyafa Achmad,

PP. Nurul Qur'an Raji 082-2417206 Demak  KH Mahfudhon, S.Ag

PP. Subulussalam Jl. Yudha Menggala 0291-686197 Demak KH Drs M Khafid Khasri,

PP. Al Falah Jogoloyo  Wonosalam K Shofiyulloh Ar,

PP. Al Hidayah Jl. P. Diponegoro 64 0291-688620 / 0 Wonosalam K Masruri,

PP. Al Jalil Jl. Diponegoro RT. 02/03  Wonosalam K Sufyan,

PP. As Shidiqiyyah Wonosalam  Wonosalam  K Ali Shodiqin,

PP. Darul Anwar Kendal Doyong  Wonosalam K M Sholeh

PP. Darussalam Demung Kerangkulon  Wonosalam  K Daman Huri,

PP. Miftahul Ulum Jogoloyo 0291- 686312 Wonosalam KH Khumaidi Tamyiz,

PP. Nujulur Rahmah Klawean Desa Botorejo  WonosalamKH M. Marosun Miftahudin,

PP. Nurul Furqon Wonosalam 0291-688759 Wonosalam KH Syarifuddin,

PP. Raudlotus Sholikhati Karangrowo  Wonosalam KH A. Rusydi,

PP. Sabilul Huda Pilangrejo 0822-427578 Wonosalam KH Muh. Adlan Nur

PP. Sirojul Ulum Temuireng Trengguli  Wonosalam K Muklas Siroj,

PP. Sunan Kalijaga Jogoloyo  Wonosalam K Masrokhan Dahlan

PP. Tasyri'iyah Alawiyyah Jogoloyo  Wonosalam  KH Ma'shum Dahlan,

PP. Yanabi'ul Ulum Wal Hikam Karangrowo  Wonosalam, KHM, Drs Fadlol Basori,

PP. Barokatul Qur'an Serkan Megoten 081325734285 Dempet  KH Ali Subchan Ahmad

PP. Bustanul Usysyaqil Qur'an Harjowinangun Rt. 02 Rw. 03 0818-246652 Dempet KH Abdul                 Choliq,
PP. Mambaul Qur'an Harjowinangun 0291 3304720 Dempet KHM. Hilmi Musta'in, , Lc

PP. Muhsin Al Asyrof Desa Kramat  Dempet K  Baedhowi  

PP. Roudhotul Ulya Brakas Rt. 03 Rw. 02  Dempet K Nur Halim Al Hafidh

PP. Roudlotul Qur'an Dempet 0291-86136 Dempet  KH Abd. Ghofur 

PP. Al Hasyimy Wilalung  Gajah  Nyai Hj Badriatul Hasanah, .

PP. Al Irsyad Al Mubarok Jl. Raya Gajah Dempet 0291-4284022 Gajah  K Nur Fauzi, S.Ag

PP. Nurul Istiqomah Gajah 0291 689722 Gajah KH Ahmad Daedloei Safi 

PP. Nurul Qur'an Desa Gedang Alas  Gajah K Mustofa, 

PP. Babul Ulum Ngaluran RT. 04/VI 0291 689546 Karanganyar K, Drs  Abdul Wahab, 

PP. La Tansa Cangkring B 0813 25466714 Karanganyar  K Ulinuha

PP. Manbaul Qur'an Tugu Lor Rt. 05/01 0291 3305462 Karanganyar K Muhammad Wahib,

PP. Bahrul Ulum Jl. Eper  Mijen  K M. Sholichin, 

PP. Darun Nuroin Jl. K Romli No. 35 Rt. 04/02 0291- 688193 / Mijen  KH Luthfi Hakim, 

PP. Darussalam Ngemplak Jl. Pondok Pesantren 0291- 688273/68 Mijen KH M. Said Ahyadi, 

PP. Darussalam Bermi Rt. 01/ Rw. 01 0291- 688364 Mijen  K Barokah Syarqowi

PP. Manzilul Qur'an Jl. Mijen-Wedung No. 180 0291-688367 Mijen  K Masrudi Mahfudh

PP. Miftahul Janah Mlaten 081 575169393 Mijen  K Asyhadi Abdulloh, 

PP. Al Amin Babalan 081-22510132 Wedung KH M. Amin Dahlan, 

PP. Al Hikmah Bungo 0291 687245 Wedung  KH Masrohan Effendy, 

PP. Al Ijttihad Jl. Raya Jungpasir 082-2400885 Wedung  KH, Ir. Agus Mansyur,

PP. Al Manar Kenduren 0291 687066 Wedung  K Tafrihan

PP. Al Maron Madung 0291-687235 Wedung K Ahmad Haris Al Hafidz

PP. Annuriyah Gg. Wijatmoko Mutih Lulon 8122-905269 Wedung Nyai Zahiroh, 

PP. At Tanwir Ngawen Wedung 0291-687008 Wedung  KH Ahmad Rodli, 

PP. Futuhul Ulum Buko Rt. 01 Rw. 05 Wedung 0291 687048 Wedung KH  Arifin Latif, 

PP. Mansya'ul Huda Jetak 081-22852201 Wedung KH  Abdul Malik, 

PP. Nurul Furqon Kedung Mutih 082-2910821 Wedung K Ulil Abshor Al Hafidz

PP. Raudlatul Jannah Sabetan Barat Wedung 0291-687015 Wedung KH Masykuri Abdullah, S.Ag

PP. Raudlotussalikin Buko Rt. 03 Rw. 05 0291- 687205 Wedung  KH Ali Mukarrom, 

PP. Roudlotut Tholibin Kenduren 0291-687064 Wedung  K Zaini Abdillah,

PP. Thoriqul Huda Kedung Karang 0291 3318873 Wedung  K A Hadi Thosin, 

PP. Al-Ma'arif Pilangwetan Rt. 03 Rw. 02 0294- 533372 Kebon Agung KH, Drs  Masruchin Ahmad,

PP. Asnawiyyah Jl. Kauman 23 Pilangwetan 0292-536226 Kebon Agung KH M. Muchozin, 

PP. Bustanul Qur'an Pilang Wetan 081325865287 Kebon Agung Munawir, K

PP. Hidayatul Mubtadiin Jl. Buntu Pilang Wetan 0292-533445 Kebon Agung K Masykuri, BA

PP. Sirojuth Tholibin Dukuh Tirip 0292 7703311 Kebon Agung K Ulil Albab, 

PP. Barokatul Qur'an Meganten 085225180160 Kebon Agung  KH Ali Subchan Ahmad 

PP. Al Asnawiyyah Alamat Trimulyo Telp 02915710317/ 08156636622 Pengasuh KHM Gus Ulin           Nuha Azka

Demikian  info Daftar Nama dan Alamat Pondok Pesantren di Semarang Dan Demak yang dapat kami berikan apabila ada kesalahan nama dan gelar kami mohon maaf sebesar-besarnya, mudah -mudahan bermanfaat dan terimakasi atas kunjungannya.

Selasa, 22 September 2015

Keutamaan Puasa Sunnah Arafah

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin menulis artikel tentang  Keutamaan Puasa Arafah sebagai berikut :



Imam Nawawi dalam Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.” 

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.” 

Puasa Arafah memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan, diantaranya:

1. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama dua tahun, yakni tahun lalu dan tahun yang         akan datang.

2. Allah SWT akan menjaganya untuk tidak berbuat dosa selama dua tahun.

3. Insyaallah dibebaskan dari api neraka.

Dalil yang tegas tentang keutamaan puasa arafah ini adalah hadits dari Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa Arafah dihitung di sisi Allah sebagai menghapus (dosa) tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya”. (HR. Muslim)

Adakah hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kemuliaan lainnya?

Di samping berpuasa pada hari Arafah, dianjurkan juga untuk memperbanyak amal-amal shalih lainnya seperti shalat sunnah, memuliakan anak yatim , sedekah , zikir, takbir, tilawah Quran, berbakti kepada orang tua, dan amal-amal shalih lainnya.

Untuk itu, puasa Arafah sebaiknya kita pergunakan kesempatan semaksimal mungkin.
Insya Allah, amalannya bisa meninggikan derajat, memperbanyak catatan kebaikan, dan juga menghapuskan dosa-dosa.

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Setelah kita mengetahui keutamaan puasa Arafah ini, tinggal yang penting prakteknya. sampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).

NIAT PUASA ARAFAH:

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

Nawaitu Shauma ‘Arafata Sunnatan Lillahi Ta’ala

Artinya:“Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”
Selamat menjalankan puasa arafah sebekum hari besar idul adha  Semoga puasa arafah maupun puasa tarwiyah anda bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Amiin.
Demikian yang dapat kami berikan mudah -mudahan bermanfaatdan terimakasi atas kunjungannya.

Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha Arafah Dan Niat Puasa Arafah

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin menulis artikel tentang Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha Arafah  Dan Niat Puasa Arafah sebagai berikut :



Puasa Sebelum Idul Adha biasa disebut dengan Puasa Arafah, Hukum melaksanakan ibadah puasa Arafah adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Puasa Arafah ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, Tepat pada waktu jamaah haji sedang melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, tepatnya sehari sebelum hari raya Idul Adha,
dan puasa ini dikerjakan ketika jamaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Puasa Arafah memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan, diantaranya:

1. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama dua tahun, yakni tahun lalu dan tahun yang akan datang.

2. Allah SWT akan menjaganya untuk tidak berbuat dosa selama dua tahun.

3. Insyaallah dibebaskan dari api neraka.

Dalil yang tegas tentang keutamaan puasa arafah ini adalah hadits dari Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa Arafah dihitung di sisi Allah sebagai menghapus (dosa) tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya”. (HR. Muslim)

Adakah hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kemuliaan lainnya?

Di samping berpuasa pada hari Arafah, dianjurkan juga untuk memperbanyak amal-amal shalih lainnya seperti shalat sunnah, sedekah, zikir, takbir, tilawah Quran, berbakti kepada orang tua, dan amal-amal shalih lainnya.

Untuk itu, puasa Arafah sebaiknya kita pergunakan kesempatan semaksimal mungkin.

Insya Allah, amalannya bisa meninggikan derajat, memperbanyak catatan kebaikan, dan juga menghapuskan dosa-dosa.

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).
Setelah kita mengetahui keutamaan puasa Arafah ini, tinggal yang penting prakteknya. sampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).

NIAT PUASA ARAFAH:

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

Tulisan Latin: Nawaitu Shauma ‘Arafata Sunnatan Lillahi Ta’ala

Artinya:“Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Selamat menjalankan puasa arafah sebelum hari besar idul adha . Semoga puasa arafah maupun puasa tarwiyah anda bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Amiin.
Demikian yang dapat kami berikan mudah -mudahan bermanfaat dan terimakasi atas kunjungannya.

Selasa, 15 September 2015

Tips Membeli Sapi Kurban

Cara Aman Membeli Hewan Kurban ~ Hati-hati terhadap penipuan, dan sebaiknya kita tidak cuek terhadap hal tersebut. Karena membiarkan sesuatu yang salah, berarti kita pun turut berbuat salah, bila kita sebenarnya mampu mencegahnya, bahkan bisa meluruskannya.

Tips Membeli Sapi
Anda JANGAN PERCAYA jika pedagang sapi mengatakan bahwa sapi ini beratnya SEKIAN kg. (umumnya dilebih-lebihkan 1,5 sampai 2 kali berat sesungguhnya). Sapi dengan berat 300 kg, dibilang 500 kg dsb, kemudian Anda membelinya, dan Anda bilang ke tetangga atau panitia kurban beratnya 500 kg, padahal mereka yg ahli sapi tahu kalau itu sekitar 300 kg, Anda yg dianggap berbohong (membesar-besarkan beratnya).
Mohon hati-hati, benar-benar nggak enak rasanya kalau tertipu .

Jadi kalau membeli sapi, Anda minta sapi tersebut DITIMBANG DI DEPAN ANDA. Timbangan sapi sangat mudah diperoleh atau bisa pinjam ke pedagang lainnya, atau ke peternak. Begitu selesai ditimbang, maka langsung Anda minta sapi tsb ditandai (seandainya Anda jadi membelinya).

Kalau pedagang tsb tidak mau menimbang sapinya di depan Anda, maka JANGAN MEMBELI-nya, hampir dapat dipastikan dia berbohong. Umumnya mereka mengatakan "wah ribet/ruwet sekali kalau ditimbang segala", atau bilang sulit memperoleh timbangan sapi, padahal sangat mudah menimbang sapi.
Dimohon Anda tidak cuek dan turut peduli serta turut mendidik pedagang agar JUJUR, dengan cara TIDAK MEMBELI-nya. Seandainya semua pembeli seperti ini, maka pedagang yang tidak jujur akan merugi, dan itu akan memberinya pelajaran untuk bertindak jujur. Dengan cara demikian, insyaAllah Dunia akan lebih baik dan lebih maju.

"Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat." (QS. Al-An'am [6] : ayat 152)

"Dan Syuaib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan." (QS. Hud [11] : ayat 85)

Berbeda dengan membeli kambing, umumnya memang tidak ditimbang lagi di depan pembelinya, jadi seperti membeli barang seni.

Demikian artikel dari saya mengenai Tips Membeli Sapi Kurban yang semoga saja bisa bermanfaat, dan Anda juga bisa baca lagi artikel menarik lainnya yaitu Syarat-Syarat Sah Hewan Kurban pada postingan sebelumnya. Sekian dan terima kasih.

Syarat-Syarat Sah Hewan Kurban (Qurban)

Beberapa kajian hukum seputar ibadah kurban di hari Idul Adha (Udhiyah).

Syarat Hewan Kurban
Maksud firman Allah Ta’ala: “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam… Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. [Al-An’am: 162-163]

Ibadah Kurban
Berqurban di hari Idul Adha merupakan ibadah sunnah muakkadah, termasuk perbuatan yang paling dicintai Allah Ta’ala. Sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Maksud Hadits: “Tidak ada perbuatan manusia yang paling dicintai Allah Ta’ala pada hari kurban kecuali mengucurkan darah (hewan kurban) karena sesungguhnya hewan tersebut akan datang pada hari kiamat dengan bentuk seutuhnya (tanduknya, kukunya dan kulitnya) dan sesungguhnya darahnya akan sampai disisi Allah sebelum sampai ke bumi”.

Syarat Sah Hewan Kurban/Qurban yang bisa Anda simak dengan baik:

Hewan Ternak :
Ditegaskan oleh Ibnu Qayim, bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Rasulullah atau pun sahabat untuk penyembelihan kurban/qurban, haji, aqiqah/akikah, kecuali dari hewan ternak.
Jadi tidak sah berkurban dengan 100 ekor ayam, bebek, dsb.
Tidak ada perbedaan antara sapi dengan kerbau, karena hakikatnya sama.
Telah Memenuhi Umur :
    Umur hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban/kurban seperti berikut ini.
  • Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6
  • Sapi minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3
  • Kambing jenis Domba atau Biri-biri diperbolehkan umur minimal 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan yang umur 1 tahun. Sedangkan bagi kambing biasa (bukan jenis Domba/Biri-biri, misalkan Kambing Jawa), maka minimal umur 1 tahun dan gtelah masuk tahun ke 2.
Kondisi Fisik Hewan Kurban :
    Syarat-syarat sah pemilihan hewan kurban (kondisi fisik/badanya) yang boleh menjadi qurban seperti berikut ini.
  • Berbadan sehat walafiat (tidak sakit)
  • Kaki sehat tidak pincang
  • Mata sehat tidak buta sebelah atau keduanya
  • Badannya tidak kurus kering (tidak berlemak / bersumsum)
  • Tidak sedang hamil atau habis melahirkan anak
Disembelih Pada Waktunya :
  • Awal waktu menyembelih adalah setelah sholat Idul Adha.
  • Akhir waktu menyembelih terdapat dua pendapat dari kalangan ulama. Pendapar pertama ketika matahari terbenam pada tanggal 12 Dzulhijah. Pendapat kedua ketika matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijah. 

Demikianlah artikel mengenai Syarat-Syarat Sah Hewan Kurban (Qurban) semoga saja bisa bermanfaat untuk para pembaca. Anda juga bisa melihat artikel menarik lainnya seperti Harga Hewan Qurban 2012 sekian dan terima kasih.

Minggu, 06 September 2015

Pesan Roh Kepada Manusia



Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam yang ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : “Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat maut”. Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu: “Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh”. Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu : “Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh”.

Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya karena ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kaena tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat. Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : “Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya”.

Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir. Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: “Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku”. “Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mau menanggung kesalahanku”. “Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mau mendoakan aku”.

Ada satu riwayat dari Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing. Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka. Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat tetangganya juga dalam keadaan yang sama. Lalu dia bertanya kepada mayat tetangganya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat itu menjawab: “Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah karena petunjuk daripada anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku”. Setelah mendengar jawaban mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu juga dia memanggil anak tetangganya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi mengenai bapak mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak tetangga itu berjanji di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapaknya. Seterusnya tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat tetangganya. Bagaimanapun kali ini tetangganya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih terang daripada matahari.

Baginda Rasullullah S.A.W berkata:
Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi: “Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. Akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.” Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap di sebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:

“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.” Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada AllahS.W.T .dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:

“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.” Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.” Oleh karena malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki.

Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.” Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut coba pula dari arah telinga.

Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini senantiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.” Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini senantiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini senantiasa menangis karena takutkan Allah.” Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian AllahS.W.T. berfirman yang bermaksud: “Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.” Sebaik saja mendapat perintah AllahS.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan AsmaAllah S.W.T.

Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada AllahS.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A.telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: “Roh itu menuju ketujuh tempat:

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para syuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.”

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:

1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

Demikian mudah -mudahan bermanfaat.